RSKO Jakarta Bersama Warga Desa Medang, Lawan Bahaya Penyalahgunaan NAPZA
Tangerang, 23 Agustus 2025 – Suasana Sabtu pagi di Desa Medang, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, terasa berbeda. Aula SDN Pondok Jengkol yang biasanya menjadi tempat belajar mengajar dipenuhi sekitar 70 peserta yang terdiri dari warga Desa Medang serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 138 NADI Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Mereka berkumpul dalam Seminar Edukasi Anti Judi Online dan Bahaya Penyalahgunaan NAPZA sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba yang kini dapat menyasar berbagai kalangan dan kelompok usia.
Acara dibuka pada pukul 08.00 WIB oleh Ketua Pelaksana KKN 138 NADI, Muhammad Syihabuddin. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama membangun kepedulian terhadap bahaya penyalahgunaan NAPZA serta pentingnya menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkoba.
RSKO Jakarta Hadir Memberikan Edukasi
Sebagai bentuk komitmen dalam upaya promotif dan preventif, RSKO Jakarta mengirimkan dua Penyuluh Kesehatan, yaitu Intan Endang Sonata, SKM., MKM. dan Euis Sayyidah, A.Md.
Selama kegiatan yang berlangsung hingga pukul 14.00 WIB, keduanya menyampaikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) kepada seluruh peserta.
Dengan menggunakan media presentasi yang interaktif, materi disampaikan secara sistematis mulai dari pengertian NAPZA, dampak kesehatan dan sosial akibat penyalahgunaan narkoba, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami sehingga peserta dari berbagai latar belakang dapat mengikuti seluruh sesi dengan baik.
Antusiasme Peserta Sangat Tinggi
Suasana seminar semakin interaktif ketika sesi diskusi dan tanya jawab dimulai. Peserta terlihat antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar penyalahgunaan narkoba.
Beberapa pertanyaan yang muncul di antaranya mengenai fungsi Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN), apakah surat tersebut dapat menjadi bukti bahwa seseorang benar-benar tidak menggunakan narkoba, hingga langkah pertama yang harus dilakukan apabila menemukan anggota keluarga yang mulai mencoba narkoba.
Seluruh pertanyaan dijawab secara jelas oleh narasumber dengan memberikan contoh-contoh nyata serta solusi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme peserta menunjukkan bahwa edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA masih sangat dibutuhkan di tengah masyarakat.
Empat Pesan Penting Pencegahan NAPZA
Dalam penyuluhannya, tim Promosi Kesehatan RSKO Jakarta menekankan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba merupakan tanggung jawab bersama.
Beberapa pesan penting yang disampaikan kepada peserta antara lain:
- Memilih lingkungan dan pergaulan yang positif.
- Mengajak teman untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba.
- Waspada terhadap ajakan, tekanan, maupun bujukan untuk mencoba narkoba.
- Menghindari lokasi atau lingkungan yang berpotensi menjadi tempat peredaran narkoba.
Langkah-langkah sederhana tersebut diharapkan dapat menjadi benteng pertama dalam melindungi diri, keluarga, dan masyarakat dari bahaya penyalahgunaan NAPZA.
Komitmen RSKO Jakarta dalam Promosi Kesehatan
Melalui kegiatan ini, Tim Kerja Pelayanan Penunjang dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSKO Jakarta kembali menegaskan komitmennya untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat.
RSKO Jakarta membuka peluang kerja sama dengan sekolah, perguruan tinggi, instansi pemerintah, organisasi masyarakat, maupun komunitas yang ingin menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan, khususnya mengenai pencegahan penyalahgunaan NAPZA.
Melalui penyuluhan yang komunikatif dan mudah dipahami, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memiliki pengetahuan serta kesadaran untuk menjauhi narkoba.
Bersama Mewujudkan Generasi Bebas NAPZA
Menjelang berakhirnya kegiatan, peserta tampak puas dan memperoleh pemahaman baru mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Mahasiswa KKN bersama warga Desa Medang berdiskusi dan saling berbagi pengalaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan NAPZA.
Semangat kolaborasi antara masyarakat, perguruan tinggi, dan tenaga kesehatan diharapkan mampu menjadi langkah nyata dalam membangun generasi yang lebih sehat, produktif, dan bebas dari narkoba.
Dari Desa Medang, Kabupaten Tangerang, pesan pencegahan penyalahgunaan NAPZA kembali digaungkan:
“Say No to Drugs, Protect Our Future!”
Langkah sederhana hari ini diharapkan menjadi awal dari gerakan bersama dalam melindungi keluarga, lingkungan, dan generasi muda Indonesia dari bahaya penyalahgunaan narkoba.
Pantun Penutup
Ke Tangerang cari buah sukun,
Pulangnya bawa rambutan manis.
Hidup sehat jauh dari racun,
NAPZA dijauhi, prestasi pun manis.
Salam Sehat
Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSKO Jakarta
