Sejarah

Rumah Sakit Ketergantungan Obat Jakarta

Sejak resmi beroperasi pada 12 April 1972, Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta terus berkembang sebagai rumah sakit pemerintah yang berfokus pada pelayanan kesehatan di bidang adiksi. Perjalanan lebih dari lima dekade tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan kesehatan, pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Berdiri Sejak 12 April 1972

Lebih dari 50 tahun memberikan pelayanan kesehatan, rehabilitasi, pendidikan, dan penelitian di bidang ketergantungan NAPZA.

Gedung Rumah Sakit Ketergantungan Obat Jakarta

Awal Berdirinya RSKO Jakarta

Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta didirikan sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang secara khusus menangani gangguan akibat penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA). Kehadiran rumah sakit ini menjadi langkah penting dalam menyediakan layanan yang terarah, komprehensif, dan berkesinambungan.

Gagasan pendirian RSKO Jakarta diprakarsai oleh Bapak H. Ali Sadikin (Alm.), mantan Gubernur DKI Jakarta, bersama dr. Herman Susilo, Prof. dr. Kusumanto Setyonegoro, serta Bagian Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Kolaborasi tersebut melahirkan rumah sakit pemerintah yang secara khusus menangani ketergantungan NAPZA.

RSKO Jakarta resmi mulai beroperasi pada 12 April 1972. Sejak saat itu, rumah sakit ini terus berkembang menjadi pusat pelayanan kesehatan, rehabilitasi, pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang adiksi yang dipercaya oleh masyarakat.

Perjalanan RSKO Jakarta

1972

RSKO Jakarta Resmi Beroperasi

Pada tanggal 12 April 1972, Rumah Sakit Ketergantungan Obat Jakarta resmi mulai beroperasi sebagai rumah sakit pemerintah yang secara khusus memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien dengan gangguan akibat penyalahgunaan NAPZA.

2002

Pengembangan Gedung Cibubur

RSKO Jakarta mengembangkan fasilitas pelayanan melalui pembangunan Gedung Cibubur yang diresmikan dengan kegiatan Soft Opening pada tahun 2002 sebagai bagian dari peningkatan kapasitas pelayanan.

Kini

Terus Berkembang Melayani Masyarakat

Hingga saat ini, RSKO Jakarta terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai rumah sakit rujukan di bidang kesehatan adiksi.

Daftar Direktur RSKO Jakarta

Sejak berdiri pada tahun 1972, RSKO Jakarta telah dipimpin oleh sejumlah direktur yang berperan dalam mengembangkan pelayanan, tata kelola, serta kualitas rumah sakit hingga menjadi institusi pelayanan kesehatan adiksi seperti saat ini.

1972 – 1987
dr. Erwin Widjono, Sp.KJ
1987 – 1997
dr. Al Bahri Husein, Sp.KJ
1997 – 2005
dr. Sudirman, Sp.KJ
2005 – 2008
dr. Ratna Mardiati S., Sp.KJ
2009 – 2010
dr. Fidiansyah, Sp.KJ
2010 – 2012
dr. Diah Setia Utami, Sp.KJ, MARS
2012 – 2015
dr. Laurentius Panggabean, Sp.KJ, MKK
2015 – 2018
dr. Erie Dharma Irawan, Sp.KJ, MARS
2018 – 2020
dr. Azhar Jaya, SKM, MARS
2020 – 2021
dr. Hj. Ermawati, M.Kes
2021 – Sekarang
dr. Yuwanda Nova, SH., MH., MARS